Berita
Galian
Proyek Pipa Gas Terbengkalai
DEPOK – Warga perumnas
Depok Satu, Perumnas Depok Utara dan sebagian wilayah Beji, mengeluhkan proyek
galian jaringan pipa gas di pinggir
jalan dan gang yang mengotori lingkungan dan mengganggu arus kendaraan. Hal ini
karena para penggali membiarkan tanah
galian bertumpuk.
“Pemberitahuan adanya
rencana pemasangan jaringan pipa gas tidak di sosialisasi ke warga, mendadak pekerja langsung menggali pinggir
jalan lingkungan,” ujar Yadi, warga Perumnas Depok Satu, Minggu (06/10/2019).
Hal itu karena, sistem
pengerjaan yang mendasar pasca, penggalian disejumlah titik depan rumah warga,
para pekerja tidak langsung membereskan galian tersebut. Justru yang terlihat
mangkrak dengan adanya lubang-lubang yang mewarnai disetiap jalan setapak dan
jalanan lainnya, disertai tumpukan tumpakan tanah merah yang berserakan.
setelah pipa jaringan
terpasang tanah galian ditinggal begitu saja oleh pekerja hingga membuat lubang
di pinggir jalan depan rumah, bahkan sempat terdengar kabar kalau kegiatan
pemasangan jaringan pipa gas di kawasan perumnas Depok Satu itu sementara waktu
dihentikan, karena sudah dua minggu lebih pekerja tidak dibayar oleh pemborong.
Hartanto, warga Jl. Wijaya Raya, Perumnas Depok Satu, mengatakan bahwa pemborong proyek galian pipa
gas informasinya tidak bertanggungjawab alias kabur sehingga pekerja galian
tidak dibayar. Banyaknya galian pipa
gas sampai menjadi tumpukan tanah dipinggir jalan, akibatnya jalan di wilayah
Beji menyempit sehingga mengakibatkan kemacetan dan dipastikan kawasan tersebut
bakal berdebu atau becek jika hujan.
“Sama sekali tidak
profesional seharusnya tanah galian ditempatkan di karung agar tidak berceceran
dan membuat sempit jalan, ” ujar Agus salah satu pengguna jalan. (Kurnia Sandi)

1 komentar
Iyaa tu kalo sore berdebu jalananny
Posting Komentar