Olahraga
Pencak Silat: Olahraga, Silaturahmi, dan. Spiritual
Foto : Kurnia sandi
Hanna Kalyca
Editor : Tri Ayu
Azizah Anggraini
Nabila damaan
Pencak silat merupakan salah satu kebudayaan atau seni bela diri yang ada di Indonesia. Jika selama ini masyarakat beranggapaan pencak silat hanya salah satu cabang olahraga, ternyata dalam persilatan pun terdapat unsur silaturahmi dan spiritual.
PSSR atau Persatuan Silat Sinar Ratujaya adalah persatuan yang masih mempertahankan kebudaayan bela diri. Persatuan silat yang berdiri tahun 1973 ini berlokasi di Jalan Raya Citayam, Gang Gandaria I, RT 02/RW 06, Ratujaya, Cipayung, Depok. Warisan turun temurun tersebut kini tengah dipimpin oleh Sarbini selaku Ketua Umum PSSR.
Menurut Sarbini, dalam pencak silat pun terdapat unsur silaturahmi dan spiritualnya. “Silat itu tidak hanya sekadar asal pukul, namun perbanyaklah silaturahmi,” ujar Sarbini. Contoh dari unsur silaturahmi tersebut ialah dengan mengikuti perlombaan, berkunjung ke sesama persatuan silat, dan melakukan latihan gabungan.
Kemudian, untuk unsur spiritual bisa dilihat dari kegiatan Maulid Nabi Muhammad yang rutin dilakukan setiap tahun. Kegiatan tersebut berupa pembersihan benda-benda peninggalan dan pengiriman doa untuk para pendahulu.
Tak hanya itu, sebelum melakukan latihan, PSSR mengawalinya dengan zikir dan salawat. Mereka juga melakukan sebuah ritual, tentunya kegiatan tersebut bukan suatu hal dengan tujuan menyekutukan Tuhan-Nya.
Ritual itu berupa ilmu asroh (rahasia Allah), hijib (tenaga dalam), keramat (gerakan refleks), dan hadiran.
“Untuk ilmu hadiran itu berupa bermunajat, berpuasa, minta sama Allah diberikan permainan yang sempurna. Dengan semua itu kita hanya bisa berupaya, tapi di akhirnya kita serahkan kembali kepada Allah.”
Silat terdiri dari dua jenis, yaitu silat tradisi dan prestasi. Silat tradisi ialah yang diturunkan secara turun-temurun. Biasanya jenis silat ini memiliki jurus yang berbeda dari setiap perguruan. Untuk PSSR sendiri memiliki jurus andalan, yaitu jurus Gerak Paksa Melintang Patah.
Berbeda dengan silat tradisi, silat prestasi lebih mengacu kepada peraturan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Saat ini, anggota PSSR berjumlah lebih kurang 60 orang yang terdiri dari dewasa, remaja, hingga anak-anak. Salah satunya, Raihan, yang baru berusia 6 tahun. pesilat cilik yang memiliki cita-cita menjadi atlet dan tentara ini selalu bersemangat setiap kali latihan.
“Saya sendiri mendukung kegiatannya, walaupun pulang kerja capai tapi jadi ikut semangat karena Eannya juga semangat. Keluarga yang lain pun ikut mendukungnya,”ujar Mimi, ibunda Raihan.
Sarbini berharap, PSSR bisa mengacu ke prestasi, “Tidak hanya tradisi. Semoga adik-adik di sini bisa berkarya, bisa mengangkat derajat keluarganya, dan mengharumkan nama perguruan silat sinar ratu jaya ini,”ujarnya.

2 komentar
Wah keren yaa..
Keren,,,, olahraga warisan leluhur yg msh di gemari anak muda
Posting Komentar